manchester united

manchester united
manchester united logo

Mengenai Saya

Manchester United F.C. Dibentuk sebagai Newton Heath L&YR F.C. pada 1878 sebagai tim sepak bola depot Perusahaan Kereta Api Lancashire dan Yorkshire Railway di Newton Heath, namanya berganti menjadi Manchester United pada 1902.

Selasa, 27 Desember 2011

Dimitar Berbatov Hat-trick

Manchester United Bantai Wigan

Setan Merah berhasil menuai kemenangan 5-0 beruntun saat mulus memukul tim tamu Wigan.






Oleh Theo Mathias

EPL - Manchester United v Wigan Athletic, Dimitar Berbatov and Patrice Evra
Getty Images
Tiga gol Dimitar Berbatov, ditambah penyelesaian tenang Park Ji-Sung dan tendangan keras Antonio Valencia cukup untuk memberikan kemenangan telak Manchester United atas tim asuhan Roberto Martinez.

Manchester United terbantu keputusan wasit Phil Dowd untuk mengusir Conor Sammon pada menit ke-40 akibat dituduh menyikut Michael Carrick, meskipun United unggul 1-0 saat Sammon keluar.

Juara bertahan Liga Primer Inggris ini jelas bersemangat untuk meraup kemenangan di tengah krisis cedera pemain, terutama setelah menang 5-0 atas Fulham, dan Park Ji-Sung tak membiarkan Old Trafford menunggu lama.

Patrice Evra menggiring bola dan melewati setidaknya dua pemain untuk masuk kotak penalti dan menarik umpan ke tengah kotak penalti, yang disambut Park dengan tenang untuk menaklukkan Ali Al-Habsi saat pertandingan baru berjalan delapan menit.

United sedikit mengurangi tekanan setelah gol pertama, dan beberapa menit setelah kartu merah untuk Sammon, Wigan kebobolan gol kedua saat Berbatov dengan tenang mengendalikan umpan silang Darron Gibson dan melepaskan tembakan yang tak mampu dihentikan Al-Habsi.

Ketenangan Berbatov membuahkan gol kedua baginya, setelah menerima umpan pendek Antonio Valencia, kemudian berputar untuk menghindari hadangan bek Wigan, sebelum melepaskan tendangan keras di menit ke-58.

Skor 3-0 membuat Sir Alex Ferguson nyaman untuk memasukkan Wayne Rooney dan Federico Macheda untuk menggantikan Nani dan Ryan Giggs demi menjaga kebugaran pemain.

Namun, United masih tetap lapar, dan akhirnya Valencia melepaskan tendangan keras ke bekas timnya pada menit ke-75, dan Berbatov melengkapi hat-tricknya tiga menit kemudian setelah Park-Ji Sung diganjal Antolin Alcaraz di garis kotak penalti.

Hasil seri Manchester City di kandang West Brom membuat kedua tim asal Manchester berbagi angka sama di puncak klasemen, meski City unggul selisih gol.



sumber*goal.com

Sabtu, 24 Desember 2011

Pesta Gol Manchester United Di Craven Cottage

Setan Merah meraih kemenangan perdana di Craven Cottage dalam empat tahun terakhir.






Oleh Dewi Agreniawati
EPL - Fulham v Manchester United, Ryan Giggs
Getty Images
Upaya Manchester United terus menempel rival sekota sekaligus pemuncak klasemen, City dilakukan saat menyambangi markas Fulham di Craven Cottage, Kamis (22/12) dinihari WIB.

Tanpa ampun, The Red Devils memborong lima gol ke gawang The Toffees. Gol masing-masing dibukukan Danny Welbeck di menit kelima, Luis Nani menit 28, Ryan Giggs menit 43. Wayne Rooney dan Dimitar Berbatov melengkapi pesta gol di babak kedua.


Setan Merah mengambil inisiatif serangan sejak menit awal pertandingan. Fulham langsung dikejutkan gol cepat United yang dibukukan Welbeck saat laga baru berjalan lima menit. Berawal dari solo-run Luis Nani di sisi kiri, dia melepaskan umpan silang yang melewati pemain Fulham. Welbeck yang tidak terkawal dengan mudah memperdayai David Stockdale.

Di menit ke-17 United kembali memperoleh peluang emas ketika Patrice Evra memberikan crossing yang seharusnya bisa diselesaikan Wayne Rooney. Tapi, Wazza gagal mengkonversi umpan tersebut menjadigol.

Serangan balik cepat sempat mengancam gawang Anders Lindegaard. Bryan Ruiz mampu menerobos lini belakang United, dia kemudian bermain satu-dua dengan Clint Dempsey. Tapi Phil Jones dengan cepat menghalau aksi Ruiz dan membuahkan tendangan sudut untuk Fulham.
United menggandakan keunggulan di menit ke-28. Umpan Giggs dari sisi kanan sisambut sundulan Nani yang tak mampu dihalau Stockdale.

Unggul dua gol tidak membuat Setan Merah mengendurkan serangan. Dua menit jelang turun minum The Red Devils memperbesar keunggulan menjadi 3-0. Antonio Valencia mengintersep bola John Arne Riise, lalu diberikan kepada Nani. Winger Portugal itu memberikan umpan kepada Giggs yang langsung melepaskan tendangan keras ke gawang Fulham.

Fulham sebenarnya memberikan perlawanan di paruh kedua. Tapi penampilan gemilang Lindegaards membuat gawang United tidak kebobolan.

The Red Devils justru menambah keunggulan di menit ke-88. Rooney melepaskan tendangan keras dari jarak jauh dan Stockdale tidak mampu menahan laju si kulit bundar.

Tampil sebagai pemain pengganti, Berbatov ikut berpastisipasi dalam pesta gol ini. Berba melengkapi kemenangan telak United berkat tendangan backheel, memanfaatkan umpan Valencia. 


 sumber*goal.com

Rabu, 21 Desember 2011

Preview Fulham vs Manchester United




Menghapus Kutukan

SETELAH meraih kemenangan atas Queens Park Rangers di Luftus Road, Minggu (18/12), "Setan Merah" kembali mengincar poin sempurna saat bertandang ke markas Fulham, Craven Cottage Stadium dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Kamis (22/12) dini hari WIB.

Demi menjaga persaingan dengan rival sekotanya, Manchester City, MU wajib menang. Namun Craven Cottage tampaknya bukan menjadi tempat nyaman bagi MU dalam mencapai target tersebut. Pasukan Sir Alex Ferguson nyatanya selalu gagal meraih kemenangan kala bertandang ke Craven Cottage dalam tiga musim terakhir. Catatan dari tiga laga tersebut, MU kalah dua kali dan satu kali imbang.

Pada musim 2008/2009 dan 2009/2010, "The Red Devils" berturut-turut kalah 0-2 dan 0-3. Sementara pada pertemuan musim lalu, MU hanya mampu bermain imbang 2-2.

Kubu tuan rumah memang kerap menunjukkan performa terbaiknya di hadapan publiknya. Seperti pada saat mengalahkan 10 pemain Liverpool 1-0 awal Desember silam. Apalagi saat ini performa pemain Fulham sedang berada dalam grafik terbaiknya.

Seperti diakui pelatih Fulham, Martin Jol, yang memuji penampilan pemain-pemain depannya. Akhir pekan lalu, Clint Dempsey dan Bryan Ruiz tampil sebagai pahlawan ketika "The Cottagers" membungkam Bolton Wanderers dengan skor 2-0.

"Saya senang karena para pemain depan saya bisa membuat perbedaan. Karena itu selalu menjadi hal terpenting, jika Anda tidak kebobolan dan bisa mencetak beberapa gol, itulah yang akan terus kami lakukan," katanya.

Di pihak MU, demi menjaga kehormatan sebagai calon kampiun, Sir Alex Ferguson tengah menuntut skuadnya untuk tampil bagus di masa akhir tahun. "Yang terpenting adalah berada di sana (puncak klasemen, red) pada tahun baru. Karena MU ingin memulai paruh kedua musim dengan berada di tempat teratas," ujar Manajer MU asal Skotlandia itu.

Karena keinginan tersebut, MU siap memupus kutukan Craven Cottage yang selalu tak ramah pada mereka. (ucu/"GM"/dtc)**


sumber*galamedia.com
 

Selasa, 20 Desember 2011

Mantan Pemain MU Andy Cole Akan Berlaga di Senayan


Jakarta - Mantan pemain Manchester United (MU), Andy Cole, akan memperkuat tim Jakarta Selection guna menghadapi klub asal Belanda, PSV Eindhoven pada pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 12 Januari 2012.

Panitia penyelenggara pertandingan S T Arasu, di Jakarta, Senin (19/12), mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan mantan pemain tim nasional Inggris itu, dan peluang untuk datang ke Indonesia terbuka lebar. "Pembicaraan terus kami lakukan dan saat ini memasuk tahap final. Dia (Andy Cole) akan memperkuat Jakarta Selection," katanya.

Menurutnya, selain mendatangkan salah satu legenda klub Manchester United, Jakarta Selection yang berisi pemain Persija Jakarta versi Indonesia Super League, juga akan diperkuat striker asal Malaysia yang bermain Pelita Jaya, Shafee Sali.

Dua bintang beda negara dan generasi ini akan dipadukan dengan ikon Persija Jakarta, Bambang Pamungkas. Mereka akan menghadapi salah satu klub papan atas Liga Belanda. "Pertandingan dipastikan seru. Apalagi Jakarta Selection diperkuat dengan pemain yang telah punya nama," kata perwakilan dari Saujana Media, Malaysia itu.

PSV Eindhoven sebelum menghadapi Jakarta Selection, akan menghadapi timnas selection. Hanya saja untuk siapa pemain dan pelatih yang akan menanganinya hingga saat ini belum ditetapkan oleh PSSI. "Memang kami belum memutuskan siapa pemain dan pelatih yang akan menghadapi PSV Eindhoven. Rencananya baru akan dirapatkan nanti malam," kata Deputi Sekjen PSSI Tondo Widodo di sela jumpa pers Jakarta Challenge.

Sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, pertandingan antara timnas selection melawan PSV Eindhoven akan dilakukan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Jakarta Selection, untuk menghadapi PSV, bakal diperkuat 30 pemain, yakni Andritany Ardhiyasa (kiper), Galih Sudaryono (kiper), Andy Cola, Shafee Sali, Ngurah Wahyu, Ismed Sofyan, Hasim Kipuw, Leo Saputra, Amarzukih, Octavianus, Ramdani Lestaluhu, Bambang Pamungkas, Alan Martha, Johan Juansyah.

Selanjutnya Adixi Lenzivio, Rudi Setiawan, Abdul Tommy, Fahreza Agamal, Delton Stevano, Arief Dwi Wicaksono, Ahmad Ichwan, Soleman Lubis, Bagus Djiwo, Rahmat Afandi, Robertino Pugliara, Pedro Javier, Fabiano Beltrame, I Wayan Gangga Mudana, Saronih dan Precious Emuejeraye. Jakarta Selection dilatih oleh Sudirman, Miftahudin, dan Haryono.

Sedangkan PSV Eindhoven akan diperkuat 20 pemain yaitu Andreas Isaksson (kiper), Przemyslav Tyton (kiper), Khalid Sinouh (kiper), Stanislav Manolev, Wilfred Bouma, Marcelo Antonio Guedes Filho, Erik Pieters, Abel Tamata, Timothy Derijk.

Selanjutnya Kevin Strootman, Orlando Engleaar, Atiba Hutchinson, Stijn Wuytens, Rabiu Ibrahim, Zakaria Labyad, Funso Ojo, Ola Toivonen, Tim Matavz, Georginio Wijnaldum, dan Dries Mertens. PSV Eindhoven dilatih Fred Rutten serta asisten pelatih Erik ten Hag dan Phillip Cocu. [EL, Ant]


sumeber*okezone.com

Senin, 19 Desember 2011

Meskipun kurang kejam di lini depan, Manchester United menang mudah atas Queens Park Rangers.







Oleh Theo Mathias

EPL - Queens Park Rangers v Manchester United, Wayne Rooney and Danny Welbeck
Getty Images
Gol kilat dari Wayne Rooney di menit pertama dan ditambah tendangan jarak jauh Michael Carrick di menit ke-56, setelah puasa gol hampir dua tahun, memberikan tiga angka bagi Manchester United di kandang Queens Park Rangers.

Tiga angka itu cukup untuk membuat Setan Merah memimpin klasemen Liga Primer Inggris untuk sementara, karena unggul satu poin dari Manchester City yang baru akan ditantang Arsenal beberapa jam setelah pertandingan ini berakhir.

Saat pertandingan baru berjalan 52 detik, Rooney menyambut umpan silang Antonio Valencia, dan meskipun dalam posisi aneh, kiper Queens Park Rangers Radek Cerny tak mampu berbuat banyak dalam mengantisipasi sundulan striker Inggris itu.

Manchester United terus menekan guna memastikan tiga angka penting, setidaknya secara psikologis untuk terus menekan Manchester City, namun mereka gagal menyempurnakan peluang demi peluang yang berdatangan.<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=3;sz=160x600;ord=281978?area=2l&pos=2&ord=281978"></script>

Gol Danny Welbeck dianulir karena dianggap off-side di pertengahan babak pertama, dan tak lama kemudian Jonny Evans gagal menggandakan keunggulan lewat sundulannya yang menerpa mistar, meskipun Cerny sudah keluar dari gawangnya dalam mengantisipasi tendangan penjuru Nani.

Phil Jones juga gagal menaklukkan Cerny setelah tendangannya dalam situasi satu lawan satu saat dibebaskan Rooney masih mengenai kaki Cerny. Lalu Cerny kembali menggagalkan gol United lewat refleksnya dalam menghalau tendangan Valencia.

Di babak kedua, United tetap menekan sejak menit pertama, dan hasilnya datang sekitar sepuluh menit kemudian, saat kapten QPR Joey Barton mengirim umpan tepat ke kaki Carrick, dan kemudian Carrick tanpa ampun menggiring bola dan melepaskan tendangan yang sebenarnya bisa diantisipasi Cerny lebih baik.

United pun sedikit lebih tenang, dan Evans kembali kurang beruntung karena sontekannya kembali dipantulkan tiang gawang, demikian juga dengan tendangan Jones yang bernasib sama.

DJ Campbell hampir memperkecil ketinggalan, tetapi menyia-nyiakan peluang emas dari jarak dekat saat gagal membelokkan umpan Adel Taarabt tepat sasaran.

Skor pun tak berubah hingga pertandingan berakhir dan Setan Merah dipastikan mengalihkan perhatian mereka ke stadion Etihad saat Arsenal mencoba menghentikan laju Manchester City. 


sumber*goal.com

Drawing Liga Europa: Manchester United Kontra Ajax, Manchester City Lawan Porto


Dua klub kota Manchester menghadapi lawan berat di babak 32 besar Liga Europa.







Oleh M Yanuar F


Europa League trophy (Getty Images)
Setelah rampung pengundian fase knock out di Liga Champions, drama drawing dilanjutkan di kompetisi Liga Europa.

Hasilnya adalah sejumlah klub papan atas Eropa sudah saling berhadapan satu sama lain di babak 32 besar.

Manchester United misalnya yang harus bertemu dengan raksasa Eredivisie Belanda Ajax Amsterdam. Sedangkan Manchester City meladeni juara bertahan FC Porto.


sumber*goal.com

Sabtu, 17 Desember 2011

Wayne Rooney: Minggu Depan Kami Bisa Puncaki Klasemen Lagi

Striker Manchester United itu senang timnya bisa memiliki kans terbuka memimpin klasemen Liga Primer Inggris dalam waktu dekat.







Oleh M Yanuar F

UEFA Chapions League -FC Otelul Galati vs Manchester United,Wayne Rooney
Getty Images
Kekalahan atas Chelsea pekan lalu membuat selisih angka Manchester City dengan rival sekota Manchester United menjadi terpangkas tiga angka dari yang sebelumnya lima.

Dengan hanya selisih dua angka dari Citizen, Manchester United memiliki kans yang lebih besar untuk bisa memuncaki klasemen lagi dalam waktu dekat, begitulah keyakinan Wayne Rooney.


"Kami tertinggal dua angka. Minggu depan, kami bisa saja memuncaki klasemen," paparnya kepada The Sun.

"Saya rasa kami sudah berada di posisi yang bagus. Kami hanya tinggal terus bekerja keras dan memenangi laga, dan melihat bagaimana jadinya nanti."

Rooney menambahkan kompetisi masih panjang dan banyak hal yang bisa terjadi, termasuk dari United sendiri.

"Bagi saya, akan selalu ada laga sulit. Kami hanya harus memastikan kami tak terbuai dan kami bermain di mana pun dengan fokus penuh dan menunjukkan penampilan untuk bisa meraih tiga angka," tandasnya.


sumber*Goal.com

MU Ditantang Ajax di Babak 32 Besar

Manchester City akan menghadapi juara bertahan Liga Europa, FC Porto.
Jum'at, 16 Desember 2011, 23:29 WIB
Haryanto Tri Wibowo
Klub
Latihan tim Manchester United (REUTERS/Jose Manuel Ribeiro)
VIVAnews - Manchester United akan menghadapi lawan cukup berat di babak 32 besar Liga Europa. The Red Devils harus menghadapi Ajax Amsterdam, sedangkan rival sekotanya, Manchester City akan ditantang juara bertahan FC Porto.

Sejumlah laga big-match dipastikan akan terjadi di babak 32 besar Liga Europa. Dari hasil drawing yang dilakukan hari ini di markas UEFA, Nyon, Swiss, Jumat 16 Desember 2011, salah satu laga sengit adalah MU menghadapi Ajax.

Tim besutan Sir Alex Ferguson akan bertandang terlebih dulu ke Amsterdam Arena pada 16 Februari 2012, sebelum menjamu Ajax pada 23 Februari 2012. ManCity juga akan melakoni laga berat ketika harus menghadapi juara bertahan Porto.

Big-match lainnya akan terjadi antara Lazio melawan Atletico Madrid dan Stoke City menghadapi Valencia. Sementara itu, babak 16 besar akan berlangsung 6 Maret 2012 dan 15 Maret 2012.

Perempat final dimainkan pada 29 Maret 2012 serta 5 April 2012. Semifinal berlangsung 19 April 2012 dan 26 April 2012. Sementara itu, final yang berlangsung di Stadion National Bucharest, Rumania, akan digelar 9 Mei 2012.

Hasil Undian Babak 32 Besar Liga Europa

1. FC Porto vs Man City
2. Ajax vs Man United
3. Lokomotiv Moskow vs Athletic Bilbao
4. Salzburg vs Metalist
5. Rubin Kazan vs Olympiakos
6. Stoke City vs Valencia
7. AZ Alkmaar vs Anderlecht
8. Lazio vs Atletico Madrid
9. Steuau Bucharest vs FC Twente
10. Plzen vs Schalke 04
11. Wisla Krakow vs Standard Liege
12. Braga vs Besiktas
13. Udinese vs PAOK Athens
14. Trabzonspor vs PSV Eindhoven
15. Hannover vs Club Brugge
16. Legia Warsawa vs Sporting Lisbon

*Leg I dimainkan 16 Februari 2012, Leg II pada 23 Februari 2012. Tim disebut lebih dulu menjadi tuan rumah di Leg I. (art)

sumber*vivanews.com

Rabu, 14 Desember 2011

Owen Mau Tiga atau Empat Tahun Lagi

Bergabung dengan Manchester United tak lantas menghidupkan kembali karier Michael Owen karena dia masih terus cedera. Soal masa depan, Owen berharap masih bisa merumput sampai tiga atau empat tahun lagi.

MU membuat kejutan saat merekrut Owen pada musim panas 2009 lalu, The Red Devils ketika itu menyodori sang striker kontrak berdurasi dua tahun. Meski mampu mencetak beberapa gol, kontribusi Owen tak pernah benar-benar maksimal.

Selain karena jatah bermain yang sangat minim, beberapa kali pesepakbola 31 tahun itu juga kembali dihinggapi cedera, persoalan yang sudah mengganggu karirnya sejak masih belia. Masa depan Owen pun kini mulai ramai dibicarakan lantaran kontraknya akan habis di penghujung musim ini.

Belum ada konfirmasi dari pihak 'Setan Merah' apakah mereka mau menyodori kesepakatan baru buat eks Liverpool, Real Madrid dan Newcastle United itu. Yang jelas MU kini punya banyak pemain depan berkualitas dengan usia yang masih sangat muda.

Soal masa depannya di sepakbola, Owen sadar kalau dirinya tak akan bisa mengikuti Ryan Giggs, yang masih bisa aktif bermain di penghujung usia 30. Target Owen sendiri adalah tetap meruput sampai tiga atau empat tahun lagi.

"Saya pikir saya tidak akan melakukan apa yang dilakukan Giggs dan bermain sampai akhir 30-an tapi saya pasti akan masih melakukannya tiga hingga empat tahun, itu masih tergantung," sahut Owen seperti diberitakan SkySport.

Terkait peluang dirinya dapat perpanjangan kontrak dari MU, Owen juga tak mau berspekulasi. Perbicaraan soal hal tersebut akan dilakukan di akhir musim nanti.

"Akan menyenangkan bertahan (di MU). Itu mungkin tidak realistis karena MU adalah salah satu tim terbaik di dunia dan selalu ada pemain muda datang selain ada pemain top juga di sana, jadi saya akan senang bisa bertahan tapi saya harus bisa bermain meski sedikit, sedikit saja lagi," lugas dia.

sumber *detiksport.com

Selasa, 13 Desember 2011

Hanya MU yang Bisa Hentikan City


TEMPO.CO, Manchester - Gelandang andalan Manchester City, Samir Nasir, melihat calon lawannya pada Selasa dini hari nanti, 13 Desember 2011, Chelsea, bukanlah pesaing utama mereka dalam merebut gelar juara Liga Primer musim ini. Dia menyebut Manchester United yang lebih mengancam.

Nasri cukup beralasan. Soalnya The Blues belum menunjukkan konsistensinya. Saat ini pasukan Andre Villas-Boas masih berada di luar empat besar, dan terpaut 10 poin dari City yang nyaman di puncak klasemen.

“Manchester United. Mereka lebih berpengalaman. Bagaimana mereka mengatasi situasi usai kegagalan di Liga Champions, kita akan lihat nanti,” ujar Nasri ketika ditanya soal pesaing utama City.

Meski demikian Nasri tidak menganggap laga di Stamford Bridge nanti akan berjalan mudah bagi tim asuhan Roberto Mancini itu. Sebab Chelsea sendiri baru saja memastikan diri lolos ke babak 16 besar Liga Champions, setelah sempat terancam terdepak dari kompetisi elite Eropa itu.

“Chelsea sedang dalam performa bagus. Ini akan menjadi pertarungan yang menarik. Tapi kami sudah siap menghadapi laga ini,” kata pemain berusia 24 tahun itu.

Nasri sendiri tetap yakin peluang timnya untuk meraih tiga poin di London nanti. Asalkan Manchester Biru bisa memainkan strategi yang tepat, seperti saat Liverpool berhasil menjinakkan John Terry dan kawan-kawan akhir November lalu.

“Kami yakin pada kualitas kami, dan akan mencoba memainkan cara yang sama seperti Liverpool. Jika Anda terus menekan mereka dan memainkan sepak bola sendiri, mereka akan kesulitan,” ujar pemain keturunan Aljazair itu.

sumber *tempo.com

Musim 2011/12 Dipastikan Selesai Untuk Nemanja Vidic

Sir Alex Ferguson mengonfirmasikan bek sentral asal Serbia itu tak akan lagi tampil di sisa musim ini.

Kekalahan 2-1 di markas Basel pada laga terakhir Grup C Liga Champions (7/12) benar-benar menghasilkan petaka bagi Manchester United.
Bukan cuma tiket fase 16 besar yang melayang, tapi kapten Nemanja Vidic pun dipastikan absen sampai musim kompetisi 2011/12 selesai.
Vida mengalami retak ligamen lutut dalam sebuah perebutan bola dengan striker tuan rumah, Marco Streller, yang juga mencetak gol pembuka di laga terakhir Grup C tersebut.

Konfirmasi bahwa pemain yang telah gantung sepatu dari timnas Serbia itu tak akan tampil lagi musim ini diberikan langsung oleh Sir Alex Ferguson.
“Iitu cedera yang buruk, dia harus absen di sisa musim. Dampak cedera tersebut sudah diperkirakan sebelumnya, tapi tetap saja ini merupakan kabar buruk,” ungkap manajer Setan Merah itu kepada wartawan.
“Dia akan bertemu seorang spesialis pada Senin untuk menentukan kapan mesti dioperasi. Operasinya tak akan langsung dilakukan karena harus menunggu pembengkakannya kempis dulu.”


sumber:goal.com/id-ID


Senin, 12 Desember 2011

Sejarah Sir Alex Ferguson

Sir Alexander Chapman "Alex" Ferguson CBE (lahir 31 Desember 1941 di Govan, Glasgow) adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Skotlandia, yang saat ini sedang menangani Manchester United F.C., di mana dia telah bertugas lebih dari 1000 pertandingan. Dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik dalam permainan, dia telah memenangkan lebih banyak trofi daripada pelatih manapun sepanjang sejarah sepak bola Inggris. Dia telah menangani Manchester United sejak tanggal 6 November 1986 sampai sekarang, menggantikan Ron Atkinson. Di Manchester United, Sir Alex menjadi pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris, dengan memimpin tim memenangkan 10 gelar juara liga. Pada 1999, dia menjadi pelatih pertama yang membawa tim Inggris meraih treble dari Liga Utama, Piala FA and Liga Champions UEFA. Juga menjadi satu-satunya pelatih yang memenangkan Piala FA sebanyak 5 kali, Fergie juga menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil memenangkan gelar Liga Inggris sebanyak 3 kali berturut-turut bersama tim yang sama (1998-1999, 1999-2000 and 2000-2001). Pada 2008, dia bergabung bersama Brian Clough (Nottingham Forest) dan Bob Paisley (Liverpool) sebagai pelatih Britania yang pernah memenangkan kejuaraan Eropa sebanyak lebih dari satu kali.
1 Awal karier
2 Karier Klub
3 Karier Manajerial
3.1 East Stirlingshire (1974)
3.2 St. Mirren (1974-1978)
3.3 Aberdeen (1978-1986)
3.4 Manchester United (1986-sekarang)
3.5 Awal Karier di Manchester United
3.6 Awal Kejayaan
3.7 skuat angkatan 1992
3.8 The Treble
3.9 Masa Transisi
3.10 Gelar Eropa kedua
4 Referensi
5 Pranala luar

[sunting] Awal karier

Alexander Chapman Ferguson lahir dari pasangan Alexander Beaton Ferguson, seorang buruh pekerja galangan kapal dengan Elizabeth Hardie. Ia menghabiskan masa kecilnya di daerah Govan,Skotlandia bersama adiknya Martin Ferguson.
[sunting] Karier Klub

Karier sepak bola Ferguson dimulai ketika ia bergabung dengan klub amatir Queens Park pada umur 16 tahun. Berposisi sebagai striker ia mencetak 20 gol pada musim debutnya dan pindah pada musim berikutnya ke klub amatir St. Johnstone. Di klub barunya, Ferguson mengejutkan publik dengan mencetak hattrick melawan klub idolanya Glasgow Rangers. Performanya membuat ia dikontrak profesional oleh Dunfermline. Pada musim pertamanya Ferguson berhasil mencapai final Piala Skotlandia melawan Glasgow Celtic akan tetapi kalah 3-2. Ferguson sendiri tidak tampil dalam final karena penampilan buruknya ketika melawan St. Jonstone pada pertandingan sebelumnya. Musim keduanya bersama Dunfermline, ia berhasil keluar sebagai pencetak gol terbanyak Liga Skotlandia bersama Joe McBride dengan 31 gol. [1]. Prestasi ini akhirnya mengantarkan Ferguson ke klub impiannya sejak kecil, Glasgow Rangers. Masa-masa di Rangers ternyata tidak menyenangkan Ferguson. Ia sering dicadangkan dan berlatih dengan tim junior. Hal ini membuat Fergie tidak betah dan hanya bertahan 2 musim bersama Rangers. Ia kemudian ditawari pindah oleh klub Inggris, Nottingham Forest.[2] akan tetapi istrinya, Cathie tidak menyetujui kepindahan mereka ke Inggris. Ia lalu memilih untuk pindah ke klub Falkirk. Ferguson dipromosikan sebagai pelatih merangkap pemain. Namun tak lama kemudian jabatannya digantikan oleh John Prentice. Ferguson kemudian memilih untuk pindah ke Ayr United dimana ia bermain disana sampai pensiun sebagai pemain pada 1974. Sebagai pemain Ferguson telah mencetak total 170 gol dalam 317 pertandingan.
[sunting] Karier Manajerial
[sunting] East Stirlingshire (1974)

Pada bulan Juni tahun 1974, sesaat setelah ia pensiun sebagai pemain, Ferguson ditunjuk sebagai manajer paruh waktu unutk East Stirlingshire pada usia 32 tahun. Kariernya di East Stirlingshire hanya bertahan sebentar karena pada bulan Oktober 1974 ia menerima pinangan St. Mirren untuk menjadi manajer [3].
[sunting] St. Mirren (1974-1978)

Kariernya di St. Mirren berlangsung gemilang, selama 4 musim menangani klub tersebut (1974-1978). Ferguson mengangkat klub kecil yang tadinya hanya ditonton oleh 1000 orang dalam pertandingan kandanganya itu menjadi juara Liga Skotlandia pada musim 1977 dengan permainan menyerangnya. Selain itu ia berjasa dalam menemukan bakat-bakat muda dalam diri Billy Stark, Tony Fitzpatrick, Bobby Reid dan Peter Weir. Kesuksesan Ferguson dalam mengangkat St. Mirren ternyata berujung pada pemecatan pada tahun 1978 karena konflik internal antara Ferguson sendiri dengan staffnya.[4] Presiden klub St. Mirren, Willie Todd bahkan mengatakan bahwa Ferguson "tidak mempunyai kemampuan manajerial yang baik". Dengan demikian St. Mirren adalah klub satu-satunya yang pernah memecat Ferguson sepanjang karier manajerialnya.
[sunting] Aberdeen (1978-1986)

Ferguson menjadi manajer Aberdeen menggantikan Billy McNeil yang pindah ke Glasgow Celtic, ia diharapkan untuk mengembalikan masa kejayaan Aberdeen yang menjuarai Liga Skotlandia terakhir kali pada 1955. Namun karena usia Ferguson yang terbilang cukup muda (36 tahun) tetap saja ia kesulitan meraih respek dari para pemain yang beberapa diantaranya lebih tua dari manajer mereka sendiri. Pada musim debutnya, Aberdeen meraih peringkat ke 4 walaupun tidak pernah kalah sebelum Desember 1978. Ferguson juga membawa Aberdeen ke semifinal Piala Skotlandia dan Piala Liga Skotlandia. Pada musim berikutnya Aberdeen kembali kalah dalam final ajang Piala Liga Skotlandia oleh Dundee United setelah pertandingan replay. Ferguson menyalahkan dirinya sendiri yang seharusnya mengubah taktik dan komposisi pemain dalam pertandingan replay tersebut. Setelah pertandingan final itu, performa Aberdeen mengalami peningkatan sampai mereka menjadi juara Liga Skotlandia pada akhir musim 1979/80. Hal ini membuat Ferguson mendapatkan kepercayaan dan respek dari para pemain dan direktur klub. Ia tetap menjadi manajer yang penuh disiplin sehingga pemain-pemainnya menjulukinya "Furious Fergie" atau "Fergie yang Galak". Ia bahkan pernah mendenda salah satu pemainnya, John Hewitt karena mendahuluinya ketika mengendarai mobil di jalan. Ia juga pernah menendang sebuah teko teh kepada para pemainnya saat mereka tampil buruk dalam babak pertama. Ferguson juga menuduh pers mengutamakan 2 klub saja (Rangers dan Celtic) dalam pemberitaannya. Aberdeen terus meraih sukses dalam musim-musim berikutnya. Diantaranya meraih Piala Skotlandia pada musim 1981/82. Trofi ini mengantarkan Aberdeen unutk berpartisipasi lagi dalam ajang Eropa, kali ini di ajang Piala Winners. Performa Fergie bersama Aberdeen mendapat sorotan media setelah mereka secara mengejutkan menyingkirkan Bayern Munich setelah klub itu mengalahkan Tottenham Hotspur 4-1 dalam ronde sebelumnya. Kesuksesan ini mendatangkan kepercayaan diri pada skuab Aberdeen yang percaya mereka dapat meraih sukses dalam ajang Piala Winners. Hal yang menjadi kenyataan ketika pada 11 Mei 1983 mereka sukses mengalahkan raksasa Spanyol, Real Madrid 2-1 dalam final. Aberdeen menjadi klub ketiga Skotlandia yang meraih sukses Eropa setelah Rangers dan Celtic. Dalam kompetisi domestik Aberdeen berhasil mempertahankan mahkota juara Piala Skotlandia dengan kemenangan 1-0 atas Rangers di final. musim berikutnya Aberdeen kembali meraih gelar juara Piala Skotlandia untuk ke tiga kalinya secara berturut-turut, dan meraih gelar juara Liga Skotlandia. Hal ini membuat Ferguson dianugerahi gelar OBE pada 1984. [5] Fergie kembali membawa Aberdeen mempertahankan gelar juara Liga Skotlandia pada musim 1984-85. Musim berikutnya (1985/86) mereka gagal dalam ajang Liga, posisi 4 dalam klasemen, walaupun mereka meraih juara Piala Liga dan Piala Skotlandia pada tahun yang sama. Pada musim yang sama, Ferguson adalah salah satu staf pelatih dalam tim nasional Skotlandia ketika menghadapi ajang Piala Dunia 1986. Namun meninggalnya pelatih utama mereka, Jock Stein, membuat Ferguson ditunjuk menjadi pelatih utama Skotlandia pada Piala Dunia 1986. Ia kemudian menunjuk Archie Knox menjadi asisten manajer yang mana adalah juga asistennya di Aberdeen. Karena jasa-jasanya di Aberdeen, Ferguson kemudian diusulkan untuk menjadi salah satu direktur di klub tersebut, namun Fergie menolaknya dan mengatakan bahwa ia berniat untuk pindah dari Aberdeen pada akhir musim 1985/86. Walaupun ia tetap berada bersama Aberdeen pada awal musim 1986/87, namun pada November 1986, Ferguson akhirnya menerima pinangan Manchester United untuk menjadi manajer mereka menggantikan jabatan yang dipegang Ron Atkinson.
[sunting] Manchester United (1986-sekarang)
[sunting] Awal Karier di Manchester United
Pusat Latihan Manchester United, The Cliff

Awal kariernya di Old Trafford tidaklah semulus yang ia kira. Saat itu MU terbelit dalam masalah alkohol yang kritis. Beberapa pemain andalan mereka (Norman Whiteside, Paul McGrath dan Bryan Robson), mempunyai hobi menenggak minuman keras dan mempunyai level kebugaran yang "menyedihkan". Ferguson, bersama-sama dengan Archie Knox yang diangkat menjadi asisten manajer saat itu, secara perlahan-lahan mengubah kebiasaan buruk itu dan menanamkan disiplin ketat bagi para pemain, hal yang masih berlaku sampai saat ini di MU. Pertandingan debutnya berakhir dengan kekalahan 2-0 atas klub underdog, Oxford United. Diikuti oleh hasil imbang 0-0 7 hari berikutnya melawan Norwich City. Kemenangan pertama United dibawah asuhan Fergie hadir pada 22 November 1986 ketika Red Devils mengalahkan Queens Park Rangers 1-0 di Old Trafford. Selain itu Fergie juga berhasil memenangkan pertandingan tandang satu-satunya yang mereka raih musim itu. Yang istimewa, lawan mereka adalah rival abadi United, Liverpool pada Boxing Day, hal yang mana telah dijanjikan oleh Fergie ketika konferensi pers pertamanya sebagai manajer United yaitu "akan menggantikan Liverpool sebagai klub Inggris paling dominan mulai saat ini". Dalam musim perdananya di United, Fergie membawa MU duduk di peringkat 11, setelah sebelumnya mereka sempat terdampar di peringkat 21. Musim berikutnya Ferguson mendatangkan beberapa pemain baru untuk membela United. Mereka adalah Steve Bruce, Viv Anderson, Brian McClair dan kiper Jim Leighton. Dengan tambahan pemain-pemain baru ia meraih posisi 2 dibelakang Liverpool yang menjadi juara Liga Inggris. Musim 1988/89 Ferguson kembali mendatangkan pemain baru, kali ini Mark Hughes yang kembali bergabung dengan United setelah penampilan mengecewakan selama 2 tahun di FC Barcelona. United diunggulkan untuk menjadi juara pada musim itu namun penampilan mereka mengecewakan dan akhirnya kembali terdampar di posisi 11 pada klasemen akhir. Pada awal musim, United tampil dalam partai persahabatan melawan tim nasional Bermuda dan Somerset County dimana Fergie turun sebagai salah satu pemain saat laga melawan Somerset. Ini merupakan satu-satunya penampilan Fergie berseragam Setan Merah dalam pertandingan.
[sunting] Awal Kejayaan
Ferguson di Old Trafford

Musim 1989/90, Ferguson kembali mendatangkan pemain baru ; Paul Ince, Mike Phelan, Neil Webb dan bek Gary Pallister. Pada awal musim United berhadapan dengan juara bertahan Arsenal dimana Setan Merah berhasil menang 4-1 namun performa United menurun dan setelah kekalahan memalukan 5-1 dari rival sekota Manchester City, spanduk yang meminta Fergie untuk mundur mulai bermunculan di Old Trafford. Fergie sendiri menggambarkan bulan Desember 1989 adalah "masa-masa tergelap selama kariernya dalam dunia sepak bola" dimana United manjadi salah satu calon klub yang akan mengalami degradasi dari Liga Inggris. Dewan direktur klub tetap mempercayai Fergie sebagai manajer. Mereka bisa mentoleransi penampilan buruk klub karena beberapa pemain kunci cedera dan mereka juga puas atas peran serta Ferguson yang mengubah sistim pelatihan dan pencarian bakat di United. Kepercayaan dewan direksi klub dijawab Ferguson dengan kemenangan 1-0 pada final replay Piala FA melawan Crystal Palace yang saat itu diperkuat oleh Ian Wright. Raihan trofi ini adalah yang pertama untuk Fergie selama menangani United dan disebut-sebut sebagai trofi penyelamat kariernya di MU. Pada awal musim 1990/91 Fergie mendatangkan kiper asing dari Denmark, Peter Schmeichel untuk mengawal gawang United dan Andrei Kanchelskis untuk mengisi pos sayap kanan. Raihan trofi pertama membuat para fans berharap banyak pada musim berikutnya 1990/91, dimana sekali lagi United menghadirkan performa impresif ketika mengalahkan Arsenal di Highbury, 6-2. Namun performa yang kurang konsisten membuat United menderita kekalahan dari klub gurem Sunderland, Liverpool juga mengalahkan mereka 4-0 di stadion Anfield diikuti kekalahan dari klub sekota Liverpool, Everton di Old Trafford, 2-0. Kekalahan melawan Everton ini merupakan debut dari sayap kiri muda yang fenomenal, Ryan Giggs di tim utama setelah dipromosikan oleh Fergie dari skuat junior mereka. Performa inkonsisten mereka di Liga Inggris ternyata tidak berpengaruh pada penampilan mereka dalam ajang eropa. United melaju hingga partai final yang mempertemukan mereka dengan FC Barcelona dalam ajang Piala Winners dimana Setan Merah mengalahkan wakil Spanyol itu 2-1. Sayangya United kembali mengalami kegagalan pada musim berikutnya, walaupun sukses dalam ajang Piala Liga dan Piala Super Eropa, United gagal mempertahankan performa mereka dalam kompetisi domestik. Setelah gagal merekrut Alan Shearer, United mendatangkan striker Dion Dublin pada musim panas 1992. Penampilan sayap kiri muda Ryan Giggs semakin impresif setelah Fergie melepas Lee Sharpe, yang berposisi sama dengan Giggs, pada musim 1990/91. Dengan skuat yang ada saat itu, fans United mulai yakin akan performa Setan Merah dalam meraih trofi pertama mereka sejak musim 1966/67. Setelah performa buruk pada paruh pertama musim (peringkat 10 dari 22 klub), Fergie mendatangkan pemain baru pada Januari 1993, Eric Cantona (yang menjuarai Liga Inggris musim sebelumnya bersama rival United, Leeds United) sebesar £1.2 Juta. Penampilan Cantona bersama Mark Hughes di lini depan dan mental juaranya yang kental, langsung berimbas pada performa United secara keseluruhan yang langsung melejit memuncaki daftar klasemen dengan keunggulan 10 poin dari peringkat 2 Aston Villa dan akhirnya menjadi juara Liga Premier Inggris yang pertama kalinya. Ini juga trofi Liga Inggris yang ke 8 sepanjang sejarah klub dan menjadi trofi Liga pertama untuk Fergie sejak ia datang sebagai manajer United pada 1986. Musim 1993/94 Ferguson memperkuat skuat United dengan mendatangkan gelandang emosional, Roy Keane dari Nottingham Forest sebesar £3.75 juta sebagai calon pengganti kapten United saat itu, Bryan Robson yang mulai memasuki masa pensiun. United langsung memimpin klasemen liga dari awal musim sampai akhir musim 1993/94. Cantona menjadi pencetak gol terbanyak dengan 25 gol. (Walaupun 2 kali terkena kartu merah dalam jangka waktu 5 hari). Fergie juga memimpin United tampil dalam final ajang Piala FA dengan mengalahkan Chelsea 4-0. Ini merupakan gelar double pertama di United setelah dulu pernah mencapai prestasi serupa di Aberdeen.
[sunting] skuat angkatan 1992
Ryan Giggs anggota skuat '92 menjadi pemain terbanyak yang tampil untuk United

Musim 1994/95 merupakan ujian berat bagi Fergie, karena Cantona harus absen selama 8 bulan karena menendang seorang suporter Crystal Palace di Selhurst Park, kandang Palace. Selain larangan tampil selama 8 bulan, Cantona juga mendekam di penjara selama 12 hari dan harus menjalankan tugas sosial selama 120 jam. Untuk mengisi posisi Cantona, maka United mentransfer Andy Cole dari Newcastle United sebesar £7 juta plus Keith Gillespie untuk Newcastle. Selain itu musim ini juga menjadi musim debut para pemain muda dari skuat 1992 yang menjuarai Piala FA Junior : Paul Scholes, Gary Neville, Nicky Butt dan David Beckham setelah sebelumnya Ryan Giggs (yang berpromosi dari skuat 92) telah mendapat tempat reguler dalam tim inti United. Namun United gagal mempertahankan gelar juara setelah imbang 1-1 melawan West Ham United pada pertandingan terakhir musim itu. Fergie juga gagal dalam final Piala FA dari Everton 1-0. Musim berikutnya (1995/96) Fergie mengejutkan para fans dengan melepas beberapa pemain inti United. Paul Ince di transfer ke Inter Milan sebesar £7.5 juta, diikuti oleh Mark Hughes yang dilepas ke Chelsea sebesar £1.5 juta dan terakhir Andrei Kanchelskis ke Everton. Pertandingan pertama United membuat dugaan media dan fans mereka seperti terbukti, kalah oleh Aston Villa 3-1, United dicap "tidak akan memenangkan apapun dengan skuat belia". Para pemain belia itu menunjukkan bukti sebaliknya dengan memenangkan 5 pertandingan berturut-turut, termasuk membalaskan dendam kepada Everton, 3-2 setelah gagal dalam final Piala FA dan menang 2-1 atas juara bertahan yang terpuruk di dasar klasemen, Blackburn Rovers. Pada Desember 1995, kembalinya Cantona memperbaiki performa United di liga, dimana mereka tertinggal 10 poin dari kandidat juara, Newcastle United. Sampai pada Januari 1996 jarak poin itu pun mengecil dengan hanya selisih 1 poin saja setelah Setan Merah menang pada pertandingan tandang 1-0 melawan sesama kandidat juara, Newcastle. Pada akhir musim pasukan belia United sukses meraih gelar juara Liga Inggris setelah menuntaskan perlawan Middlesbrough yang dimanajeri mantan kapten United, Bryan Robson 3-0. Fergie juga meraih gelar Piala FA mengalahkan Liverpool 1-0, lewat gol Cantona. Musim 1996/97 Fergie mendatangkan seorang striker belia dari Norwegia, Ole Gunnar Solskjaer yang akhirnya secara mengejutkan menjadi top skorer klub pada akhir musim serta seorang bek bernama Ronny Johnsen. Awal musim dimulai lewat penampilan impresif gelandang kanan dari United, David Beckham, yang memakai kostum no. 10 milik Mark Hughes, lewat gol dari tengah lapangan melawan Wimbledon. United menang 2-0. Setan Merah kembali berhasil meraih gelar juara Liga Premier Inggris ke 4 mereka dalam 5 musim, menegaskan dominasi United dalam ajang Liga Premier Inggris. Dalam pertandingan di kancah Liga Champion mereka berhasil mencapai semfinal sebelum dikalahkan oleh wakil Jerman, Borussia Dortmund yang akhirnya menjadi juara pada musim itu. Pada akhir musim ini, Eric Cantona, kapten United saat itu, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemain dengan alasan sudah kehilangan motivasi dan gairah dalam bermain sepak bola. Jabatan sebagai kapten United saat itu dialihkan kepada gelandang emosional, Roy Keane sementara kiper Peter Schmeichel sebagai wakil kapten. Nomor kostum 7 milik Cantona diserahkan kepada David Beckham yang saat itu mulai menanjak performa dan popularitasnya bersama United.
[sunting] The Treble
Ferguson dengan mantan asistennya Carlos Queiroz

Mengawali musim 1997/98 dengan skuat belia yang makin matang, Fergie menambah kedalaman skuat dengan mentransfer striker Inggris, Teddy Sheringham, yang memakai kostum no. 10 milik Beckham, untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Cantona dan bek Henning Berg dari Norwegia. Musim ini berakhir dengan kegagalan bagi United dalam semua ajang.

Pada musim panas 1998, Fergie kembali mentransfer seorang striker, Dwight Yorke dari Aston Villa, bek tangguh dari Belanda, Jaap Stam dan winger serba bisa Jesper Blomqvist dengan total nilai transfer mencapai hampir £30 juta. Dengan kedalaman skuat United mereka, Setan Merah mencapai kesuksesan mereka pada musim ini dengan raihan 3 trofi juara dalam semusim (dikenal dengan nama "The Treble") lewat beberapa pertandingan yang meguras emosi Fergie. Pertama adalah saat United berhadapan dengan Juventus di semi final Liga Champion. Menit-menit awal merupakan mimpi buruk bagi United ketika Juve unggul dengan 2-0, namun lewat penampilan heroik sang kapten United, Roy Keane, Setan Merah berhasil membalikkan keadaan dengan unggul 3-2 dan melaju ke final pertama mereka di ajang Liga Champion sejak tahun 1968. Keane sendiri, bersama Paul Scholes, gagal tampil dalam laga final melawan Bayern Munich. Pada ajang semifinal Piala FA, Keane dikartu merah saat melawan rival domestik United, Arsenal dan menyebabkan pinalti pada menit-menit akhir laga. Peter Schmeichel kemudian tampil sebagai pahlawan dengan menghadang pinalti tersebut dan Ryan Giggs mencetak gol sensasional penutup laga setelah sendirian ia mendribel bola melewati sebagian pemain Arsenal. United kemudian memenangkan final Piala FA setelah mengalahkan Newcastle United lewat gol Sheringham dan Scholes, 2-0. Sebelum Final Piala FA Fergie telah memastikan diri sebagai Juara Liga Inggris. Laga final Liga Champion diawali lewat gol Bayern Munich pada menit-menit awal. Pada saat turun minum, Fergie memompa semangat skuatnya dan memasukkan 2 striker, Sheringham dan Solskjaer untuk mengejar ketinggalan dari Bayern. Pilihan Fergie terbukti jitu, saat laga memasuki 3 menit tambahan (injury time), Beckham melambungkan bola dari sepak pojok yang kemudian disambar oleh Teddy Sheringham, 1-1. Bayern yang dalam tekanan hebat dari United kembali terkena sepak pojok, yang kembali diambil oleh Beckham. Bola lambung dari Beckham kali ini diarahkan ke mulut gawang Bayern yang dijaga oleh Oliver Kahn, yang tidak mengantisipasi pergerakan Solskjaer di depan gawangnya. Umpan itu pun disontek pelan oleh Solskjaer ke dalam gawang Bayern sehingga membalikkan keadaan menjadi 2-1 pada menit tambahan ke 3. Pita merah-hitam yang melambangkan warna seragam Bayern, yang telah melilit Piala Liga Champion pun diganti oleh warna merah-putih, warna kebesaran Manchester United. Pada akhir musim Alex Ferguson dianugerahi gelar kebangsawanan Inggris, namanya pun resmi menjadi Sir Alex Ferguson.[6]. Musim ini juga menjadi musim terakhir bagi Peter Schmeichel di United, ia memilih pindah ke klub liga Portugal, Sporting Lisbon. Fergie kemudian mengambil Mark Bosnich dari Aston Villa untuk menggantikan posisi Schemeichel.

Pada musim 1999/00 dominasi United bersama Fergie semakin terlihat di klasemen akhir Liga Inggris, dimana Setan Merah unggul jauh atas rival mereka dengan 18 poin. Pada Desember 1999 United meraih trofi Piala Toyota mereka yang pertama dalam sejarah klub dengan mengalahkan Palmeiras di final. Giggs keluar sebagai pemain United pertama yang meraih gelar pemain terbaik pada ajang ini. Kepiwaian Fergie dalam mengembangkan United sebagai merek global tutur mendongkrak performa klub pada ajang kompetisi. Hal ini membuat United menjadi magnet bagi pesepak bola terbaik dunia untuk bergabung di Old Trafford. Pada akhir musim Fergie mendatangkan Ruud van Nistelrooy dari PSV Eindhoven seharga £18 juta, rekor pembelian pemain bagi klub Inggris saat itu, namun karena cedera maka United menunda kedatangan Nistelrooy setahun berikutnya. Fabien Barthez juga didatangkan dari AS Monaco senilai £7.8 juta, menjadikannya sebagai kiper termahal dunia saat itu. Barthez menggantikan posisi Bosnich dan Massimo Taibi sebagai kiper yang tampil buruk sepanjang musim. Musim 2000/01 diakhiri United dengan raihan Liga Premier Inggris untuk yang ketiga kalinya secara beruntun. Fergie jelas menjadi figur penting dalam raihan trofi United selama 3 musim terakhir. Namun performa United pada Liga Champion menemui kegagalan setelah kalah pada perempat final oleh Real Madrid pada musim 1999/00 dan Bayern Munich pada musim 2000/01. Pada akhir musim 2000/01 United mentransfer Juan Sebastián Verón dari Lazio senilai £28.1 juta. Verón menjadi pemain termahal yang pernah dibeli oleh Fergie saat itu.Ia bergabung bersama dengan van Nistelrooy yang telah sembuh dari cederanya tahun lalu.
[sunting] Masa Transisi
Beckham (23) and Zinedine Zidane(5) di Real Madrid pada Agustus 2003

Pada awal musim 2001/02 diwarnai dengan penjualan kontroversial bek Jaap Stam ke Lazio seharga £16 juta, yang mana membuat keseimbangan skuat Fergie terganggu. Absennya Stam di lini belakang United tidak mampu ditutupi oleh bek United lainnya dan keputusan ini pun disesali kemudian oleh Ferguson yang kerepotan mencari suksesor sang bek. Performa United menukik tajam dengan menempati peringkat 9 pada paruh musim. Performa United membaik seiring bergabungnya bek tua (36 tahun) Laurent Blanc dari Inter Milan pada Januari 2002 dan United pun menang dalam 8 laga Liga sehingga melaju ke peringkat atas Klasemen Liga. Namun hasil tersebut hanya bisa membawa United berakhir di peringkat 3 klasemen. Musim ini pun seharusnya menjadi musim terakhir Fergie menangani United karena faktor usia dan penurunan prestasi. Namun Fergie membatalkan niatnya unutk mundur dan tetap menangani United untuk 3 tahun ke depan. Pada akhir musim Fergie mencetak rekor pembeliannya selama menangani United dengan merekrut bek Tim Nasional Inggris, Rio Ferdinand sebesar £30 juta dari rival mereka Leeds United dan menjadikannya sebagai bek termahal dunia saat itu. Ferguson juga menunjuk Carlos Queiroz sebagai asisten manajer bagi United. Hasilnya terlihat pada musim 2002/03 dimana United berhasil menjadi juara Liga, dimana 2 bulan sebelum liga berhasil mereka tertinggal 8 angka dari kandidat juara Arsenal. Namun lewat penampilan tak terkalahkan sejak Desember, United berhasil meraih trofi juara Liga Inggris. Fergie sendiri sangat puas atas raihan trofi juara 2002/03 ini, karena kritikan tajam kepada Fergie sebelum awal musim yang dituduh telah kehilangan ambisi dalam menangani United. Pada akhir musim ini, Fergie secara mengejutkan melepas gelandang kanan United, David Beckham ke klub Spanyol, Real Madrid sebesar 35 juta Euro, menyusul insiden dimana Fergie, yang sedang mengamuk pada istirahat babak pertama ketika United berjumpa Arsenal dalam ajang Piala FA, secara tak sengaja menendang sepatu sehingga melukai pelipis kanan Beckham. Untuk mengisi posisi Beckham, Fergie secara tak terduga mentransfer seorang anak muda berbakat dari Sporting Lisbon, Cristiano Ronaldo sebesar £12.24 juta. Menjadikannya orang Portugal pertama yang bermain untuk United. Ia juga diberikan seragam no. 7 yang dulu dipakai oleh para legenda klub, seperti Beckham, Cantona dan George Best. Bulan Januari Fergie kembali mendatangkan striker Louis Saha unutk menggantikan posisi Solskjaer yang cedera. Musim itu berakhir dengan kegagalan United pada Liga Inggris dengan menempati posisi 3 klasemen akhir. Pada ajang Liga Champion United juga mengalami kegagalan di tangan FC Porto yang saat itu ditangani oleh Jose Mourinho. Pada akhir musim itu Fergie berhasil mentransfer bintang muda Inggris, Wayne Rooney dari Everton senilai £20 juta. Rooney menjadi target transfer sejumlah klub besar Eropa tapi Fergie berhasil meyakinkan Rooney unutk bergabung bersamanya di United. Tapi absennya striker utama, van Nistelrooy membuat Setan Merah finish di peringkat 3 selama 3 tahun beruntun. Pada akhir musim ini, Malcolm Glazer berhasil menguasai saham mayoritas dari Manchester United, hal ini mengundang gelombang protes dari para fans United yang khawatir biaya transfer pemain untuk United menjadi terbatas. Pada awal musim ini Fergie mendatangkan kiper sarat pengalaman, Edwin van der Sar dari Fulham dan gelandang serba bisa Park Ji Sung yang di transfer dari PSV. Musim ini merupakan musim transisi dari United, pada November 2005 Roy Keane memutuskan unutk hengkang dari United dab bergabung dengan Glasgow Celtic. Akibatnya United gagal melaju dari babak play-off Liga Champion. Nemanja Vidić dan Patrice Evra bergabung dengan skuat United pada bulan Januari 2006 dan Fergie berhasil membawa United menjadi runner-up Liga Inggris dibawah Chelsea dan menjuarai Piala Liga Inggris. Masa depan van Nistelrooy di United meenjadi tak menentu, terutama karena performa Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney yang sudah mendapat tempat utama di skuat Fergie. Pada akhir musim van Nistelrooy pindah ke Real Madrid.
[sunting] Gelar Eropa kedua

Awal musim 2006/07 menjadi suatu ujian bagi sisi manajerial Fergie. 2 orang pemain utamanya Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney terlibat perselisihan pada ajang Piala Dunia 2006. Insiden itu membuat rumor soal kepergian Ronaldo dari United makin membesar. Namun Fergie berhasil membujuknya agar bertahan di United dan mendamaikan kedua orang itu. Keberhasilan Fergie meredam emosi keduanya menjadi bahan bakar utama skuat United dalam menjalani awal musim baru. Kepergian Roy Keane pada November 2006, membuat Fergie mengincar gelandang Tottenham Hotspurs, Michael Carrick. Dan pada awal musim Carrick resmi bergabung dengan skuat Setan Merah dengan nilai transfer £14 juta. Awal musim berlangsung baik bagi United yang untuk pertama kalinya memenangkan 4 pertandingan liga secara beruntun. Sekali lagi Fergie membuktikan dirinya sebagai master dalam mendatangkan pemain yang cocok dengan skema permainan yang diinginkan. Hasil transfer pada Januari 2006 berperan besar atas pencapaian United, mereka membentuk lini belakang solid bersama dengan kiper Edwin van der Sar, Rio Ferdinand dan kapten Gary Neville. Sementara Carrick menghadirkan stabilitas permainan di lapangan tengah, bahu membahu dengan Ronaldo, Giggs, Park Ji Sung dan Scholes menyokong Rooney di lini depan. Pada akhir musim United tidak terkejar dan mengamankan gelar juara Liga Inggris. Pada ajang Eropa, Fergie mengantarkan United mencapai semifinal dengan mencetak rekor kemenangan atas AS Roma 7-1 pada laga perempat final di Old Trafford. Pada laga semifinal United kalah dari AC Milan dengan agregat 3-5 setelah unggul 3-2 di Old Trafford. Walaupun begitu hasil ini merupakan tanda kebangkitan dari Setan Merah setelah beberapa tahun belakangan kalah bersaing dari Arsenal, Liverpool dan Chelsea.
Ronaldo berhadapan dengan Albert Riera dari Liverpool.

Awal musim 2007/08, Fergie kembali mendatangkan pemain untuk memperkuat skuatnya. gelandang bertahan Owen Hargreaves yang sukses bersama tim nasional Inggris di Piala Dunia 2006,sayap serba bisa Nani dari Portugal, gelandang serang Anderson dari Brazil dan striker Carlos Tevez resmi bergabung dengan Fergie di Old Trafford. Dengan kedalaman skuatnya, Fergie mengincar pencapaian gelar Eropa kedua bersama Setan Merah. Namun harapan Fergie sepertinya akan terbang seiring dengan performa dibawah standar United yang hanya meraih hasil imbang dalam 2 laga awal serta kalah 0-1 dari rival sekota Manchester City. Namun Fergie berhasil memotivasi skuatnya dan penampilan United sonta berubah drastis menjadi kompetitor dalam meraih gelar juara Liga Inggris bersama Arsenal dan Chelsea. Musim ini juga merupakan musim terbaik dari Cristiano Ronaldo yang secara luar biasa mencetak 42 gol dalam semua ajang yang diikuti oleh United, meraih trofi Sepatu Emas sebagai top-scorer Eropa, top-scorer Liga Inggris (35 gol) dan menjadi kandidat Pemain Terbaik Dunia FIFA. Pada akhir musim, Fergie kembali tampil di Final Liga Champion berhadapan dengan Chelsea, Ronaldo membawa United unggul 1-0 pada babak pertama sebelum disamakan oleh Chelsea pada babak kedua. Lewat drama adu pinalti, Fergie sukses memenangkan gelar Liga Champion keduanya sepanjang kariernya sebagai manajer. Fergie juga berhasil membawa United meraih trofi Piala Dunia Antarklub yang pertama bagi United. Pada akhir musim ini Fergie mengumumkan dirinya akan mundur dari jabatan manajer Manchester United pada tahun 2011, sesuatu yang kemudian diralatnya sendiri dengan mengatakan akan terus menjadi menajer United selama fisiknya masih memungkinkan. Musim berikutnya Fergie kembali meraih trofi juara Liga Inggris untuk ke 11 kalinya dan mengantar United menyamai rekor Liverpool yang telah menjuarai Liga Inggris 18 kali. Akhir musim 2008/09 juga menjadi musim terakhir bagi Cristiano Ronaldo yang pindah ke Real Madrid dengan rekor transfer dunia sampai saat ini, £80 juta. Menjadikannya pemain termahal yang pernah dijual Fergie selama kariernya sebagai menejer klub. Musim 2009/10 menghadirkan kekecewaan bagi Fergie dimana ia gagal mempertahankan gelar juara Liga Inggris dan melewati raihan trofi Liverpool.

if you like it, join please